GERAKAN SERIBU TANGAN UNTUK POHON ALBIZIA ZAMAN DI DESA PANGGUNGUNI

5 Jun 2022
admin spora
45
0

GERAKAN SERIBU TANGAN UNTUK POHON ALBIZIA ZAMAN DI DESA PANGGUNGUNI

Pohon Albizia Zaman atau sering di sebut Pohon trembesi yang berasal dari Amerika. Pohon ini dapat hidup hingga ratusan tahun, sehingga nama Abizia Zaman begitu melekat pada nama pohon ini. Tinggi pohon ini bisa sampai 20 sampai 30 meter. Keunikan lain dari pohon ini adalah satu jam sebelummatahari terbenam, daunnya akan mengkerut menutup dan akan mekar esokan harinya.
Selain itu banyak manfaat yang dibawa oleh pohon ini, baik manfaat secara langsung, secara pengolahan hasil pohon, hingga peran pohon ini untuk lingkungan.

LIngkunganMenyerap air lebih cepat
Peneduh
Penghasil Oksigen terbaik dan Penyerap karbondioksida terbanyak
KesehatanPenyehat Paru-Paru karena peran dalam penghasil oksigen terbaik
Sumber ketenangan karena oksigen yang dihasilkan
Pengolahan Hasil PohonBiji pohon untuk detox darah kotor, flu, sakit kepala
Akar pohon untuk kanker kulit

Pohon Albizia Zaman ini berperan aktif untuk masyarakat desa, sebab pohon ini menjadi pembantu sumber mata air (kucur:salah satu sumber mata air di desa Panggunguni). Yang mana pohon ini telah tumbuh di area sumber hingga puluhan tahun lamanya.
Namun pada dasarnya di setiap kelebihan pasti ada kekurangan. Pada pohon ini memiliki beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, apalagi jika berdekatan dengan medan jalan. Pohon ini memiliki akar dan kekuatan akar yang cukup kuat, sehingga jika terlalu berdekatan dengan jalan atau bangunan lain akan merusaknya. Dapat dikatakan tanaman yang agresif karena sifat pertumbuhannya. Tetapi di Desa Panggunguni masih dalam taraf aman untuk pertumbuhan tanaman ini.
Di lain sisi, karena lokasinya dekat dengan jalan, kerimbunan ranting dan daun jelas mengayomi jalan. Dengan posisi jalan menurun terjal, dan jenis jalan cor, maka kelembapan menjadikan masyarakat sekitar miris akan keselamatan pengguna jalan. Sehingga Gerakan Seribu Tangan merapikan sisi pohon ini.
Yang dipandegani oleh Kepala Dusun Tirtosinawang , dan atas dasar utusan Kepala Desa Panggunguni Bapak Usman, kegiatan Gerakan Seribu Tangan ini berjalan lancer dan dengan hasil yang sesuai harapan. RAPI DAN SIGRAK

       

Tinggalkan Balasan