Warga Kedungcangkring Kembangkan Hidroponik

12 Feb 2018
769
0

Berkebun dengan sistem hidpronik umumnya dikembangkan oleh orang-orang di perkotaan. Lahan yang terbatas kadang menjadi alasannya. Tapi bagi yang mau belajar, budaya hidroponik juga cocok ditekuni mereka yang tinggal di pedesaan.

Contohnya Suprayitno, warga Desa Kedungcangkring, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung. Kurang lebih sudah setahun ini dia menekuni tatacara berkebun hidroponik. Di petak pekarangan di belakang rumahnya di Dusun Jati, rangkaian media tanam dia pasang untuk membudidayakan aneka sayuran seperti selada, bayam, kangkung, dan pakcoy.

Kegemaran laki-laki yang juga ketua Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di desanya ini bermula sejak dia diperkenalkan tatacara hidroponik oleh rekan-rekannya di Kelompok Tani Hidroponik Tulungagung (KTHT). Dari rekan-rekannya sesama pecinta hidpronik inilah dia belajar bagaimana membuat media tanam, memilih bibit yang cocok ditanam, merawat, dan memasarkan.

Bersama rekan-rekannya, hasil panen dipasarkan lewat Nature Farm Tulungagung, sebuah usaha kebun dan perlengkapan hidroponik di Tulungagung.

Kini Suprayitno sedang merencanakan untuk mengembangkan kebun hidroponiknya sebagai taman wisata dan edukasi bagi masyarakat pecinta agrobisnis di kawasan Kedungcangkring dan sekitarnya. Dia berharap masyarakat bisa makin tahu dan turut menggemari budidaya tanaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *