Berantas Katarak, Pemerintah Desa Kerjasama dengan Puskesmas Boyolangu

6 Sep 2019
Fajar Riadi
593
0

Kamis (5/9/19). Pemerintah Desa Waung bekerja sama dengan Puskesmas Boyolangu mengadakan Sosialisasi Indera dalam rangka memberantas katarak di Desa Waung.

Pada Sosialisasi kali ini dihadiri oleh sekitar 30 warga yang terdiri dari berbagai unsur tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan kader. Sedangkan yang menjadi narasumber adalah Bapak Arif Hidayat dari Puskesmas Boyolangu.

Sosialisasi diadakan di Balai Desa Waung dan dimulai pada pukul 09.00 WIB. Berdasarkan penjelasan narasumber, katarak adalah kondisi mata dimana lensa mata menjadi keruh dan berawan. Penderita katarak akan merasa seperti melihat jendela berasap.

Sebagian besar katarak berkembang perlahan dan awalnya tidak terasa mengganggu. Namun lama kelamaan, katarak akan mengganggu penglihatan dan membuat pasien sulit menyetir, membaca dan melakukan aktivitas rutinnya.

Penyebab paling sering pada katarak yaitu penuaan ataupun terjadinya trauma yang menyebabkan perubahan jaringan mata. Katarak akibat penuaan terjadi melalui 2 hal, yaitu:

  • Protein menggumpal pada lensa mata. Hal ini menyebabkan benda terlihat kurang jelas dan kurang tajam.
  • Lensa yang jernih secara perlahan berubah warna menjadi kuning-kecoklatan. Inilah membuat mata menjadi berwarna kuning kecoklatan.

Sebagian besar lensa mata terdiri dari air dan protein. Dengan bertambahnya usia, lensa menjadi semakin tebal dan tidak fleksibel. Hal ini menyebabkan gumpalan protein dan mengurangi cahaya yang masuk ke retina, sebuah lapisan yang sensitif terhadap cahaya yang terletak di belakang dalam mata Anda. Inilah yang menyebabkan pandangan kabur dan tidak tajam.

Pada kesempatan kali ini warga juga diajak berdiskusi tentang glukoma pada mata. Diinformasikan juga bahwa ada program pemerintah Operasi Katarak Gratis di Rumah Sakit Prima Medika Tulungagung pada tanggal 15 September 2019.

Bagi warga yang merasa membutuhkan bisa mengikuti skrining dulu di Puskesmas Tulungagung pada tanggal 9 September 2019 dengan mendaftar melalui Puskesmas Boyolangu atau melalui bidan desa, Dari hasil skrining tersebut nantinya akan dijadikan acuan apakah penderita memerlukan tindakan lebih lanjut atau tidak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *