Ubeeka, Sari Belimbing Segar Inovasi Desa Rejotangan

9 Jun 2017
Admin
117
0

Belimbing telah lama menjadi komoditas unggulan Desa Rejotangan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Sejak bertahun-tahun yang lalu, masyarakat di Rejotangan telah banyak yang menanam belimbing. Tak heran jika kini muncul sebutan “kampung belimbing” merujuk kepada salah satu wilayah di desa ini.

Selama ini penduduk mengkonsumsi belimbing sebagai hidangan buah segar di rumahnya masing-masing. Sebagian besar juga dijual ke pasar-pasar sekitar wilayah Kecamatan Rejotangan, bahkan memasok ke pasaran wilayah pusat Kabupaten Tulungagung.

Tahun 2015, Desa Rejotangan mendapat program Usaha Bersama Komunitas (UBK) dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Bantuan berupa pemberdayaan masyarakat untuk pengolahan komoditas lokal. Masyarakat desa melalui koordinasi Pemerintah Desa Rejotangan berinisiatif untuk mengolah sari buah belimbing sebagai usahanya.

“Pemerintah Desa Rejotangan sepakat untuk mendirikan Usaha Bersama Komunitas atau UBK dengan nama Sari Mulya. Saat ini Sari Mulya sudah mulai memproduksi sari buah belimbing. Bahkan hasil sampingnya juga memproduksi manisan belimbing,” tutur Muntoyo, Kepala Desa Rejotangan.

Meskipun relatif baru, sari buah belimbing Ubeeka sudah mulai diperkenalkan ke masyarakat melalui acara-acara desa. Beberapa kali juga diikutkan ke pameran produk unggulan desa. Bahkan dalam beberapa waktu ke depan, rencananya usaha produksi sari buah ini akan dijadikan basis usaha untuk Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Rejotangan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *